Ketika Pemdes Grajagan Gelar 'Bersih Desa', Kades Supriyono : Multi Agama, Miniatur Indonesia
https://www.diplomasinews.net/2025/07/ketika-pemdes-grajagan-gelar-bersih.html
![]() |
| MINIATUR INDONESIA : Kepala Desa Grajagan, Supriyono, SH ketika serah terima gunungan. [ image : roy ] |
Diplomasinews.net - Grajagan - Banyuwangi - Malam itu, 20.00 WIB, Jumat, 25 Juli 2025, pemdes Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur itu tengah menghelat acara tradisi Bersih Desa dengan digelarkan seni pertunjukan ringgit purwa semalam suntuk bersama dalang Ki Ichwan Dwi Purbo Carito dengan manarasilakonkan Wahyu Cakraningrat.
Gelaran bersih desa di pendapa desa itu juga dihadiri pihak forpimka Kecamatan Purwoharjo, seluruh kepala desa [ kades ] seantero kecamatan serta sejumlah tokoh masyarakat, agama dan masyarakat penonton yang membludak menikmatinya.
Catatan media online ini di pendapa desa bahwa gelaran wayang kulit malam itu merupakan rangkaian panjang sejak beberapa hari lalu. Yakni, sejak acara heterogenitas religi digelar. Kekentalan toleransi beragama yang ditunaikan dengan doa - doa lintas agama yang tumbuh berkembang dan hidup mesra berdampingan dalam berkehidupan sehari-hari.
Dalam acara bersih desa itu ada gelaran doa hening umat Budha, doa kudus umat Kristen, doa suci umat Katolik, doa bening umat Hindu serta doa khusuk umat Islam.
Sementara itu, dari atas panggung, camat Purwoharjo, Ahmad Subhan, S.E., M.Si., dalam sambutannya berucap bahwa pihaknya merasa bangga atas pelestarian budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Grajagan.
Lanjutnya, pihaknya mengapresiasi langkah pemdes Grajagan yang terus melestarikan budaya lokal seperti pagelaran wayang kulit ini.
"Wayang kulit tak sekadar hiburan tapi di dalamnya ada pendidikan karakter dan kearifan lokal bagi generasi muda," ungkap camat Purwoharjo itu.
Di saat dan tempat yang sama, kepala desa [ Kades ] Grajagan, Supriyono, SH ketika ditemui di sela - sela gelaran wayang kulit itu menuturkan bahwa baginya acara tradisi bersih desa di desanya itu bisa menjadi momentum untuk mempererat persatuan, tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan. Serta wujud nyata dari kebersamaan, kebersatuan dan kegotongroyongan warga Grajagan.
Tak hanya itu, lanjut kades Grajagan, bahwa di desanya terdapat ketoleransian yang indah antar pemeluk agama. Seperti agama Budha, Kristen, Hindu, Katolik dan Islam.
"Desa Grajagan adalah multi agama penuh toleran. Saya menyebutnya 'miniatur' Indonesia," pungkas orang nomor satu di pemdes Grajagan itu.
Onliners : Roy/Ikh/Gus
Editor : Roy Enhaer
Publisher : Oma Prilly
