Integrasi Kegiatan Sosial dalam Pembelajaran Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 1 Songgon


Diplomasinews.net -- Banyuwangi -- Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh SMP Negeri 1 Songgon sebagai wahana pembelajaran sosial sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui kegiatan bertajuk “PMR Berbagi”, para siswa terlibat langsung dalam aksi sosial sebagai bentuk implementasi nilai empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026).

Aksi sosial ini berlangsung di Jalan Raya Songgon, tepatnya di depan lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 800 takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar serta para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi kesiswaan di lingkungan sekolah, di antaranya Palang Merah Remaja (PMR), Dewan Galang Pramuka, serta Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kolaborasi lintas organisasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran kolaboratif yang menekankan pada penguatan soft skills, seperti kerja sama tim, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial.

Program “PMR Berbagi” sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara serentak sebagai hasil sinergi kelembagaan antara Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut menjadi salah satu bentuk integrasi antara kegiatan ekstrakurikuler dengan upaya penguatan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan pendidikan.

Kepala SMP Negeri 1 Songgon, Martinus Briatmoko, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pendidikan berbasis karakter yang menekankan pada pengalaman belajar kontekstual bagi peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial, empati, serta semangat berbagi kepada para siswa. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk melatih mereka agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesadaran kemanusiaan terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai organisasi kesiswaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan kapasitas kepemimpinan siswa serta pembelajaran organisasi secara praktis.

“Ketiga organisasi ini kami libatkan secara bersama-sama agar siswa belajar mengenai manajemen kegiatan, koordinasi tim, serta implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan nyata,” tambahnya.

Dalam perspektif pendidikan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter (character education) yang menekankan pada pembentukan kepribadian peserta didik secara holistik. Pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembangunan moral values, social responsibility, serta emotional intelligence.

Secara konseptual, pendidikan karakter berfungsi sebagai sarana pembentukan dan pengembangan potensi diri, perbaikan perilaku (behavioral improvement), sekaligus sebagai filter budaya dalam menghadapi berbagai pengaruh eksternal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Keterlibatan langsung peserta didik dalam kegiatan sosial, diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat kesadaran sosial, serta membangun karakter yang berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai ruang edukatif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.

Onliner : Deny
Publisher : Oma Prilly

Related

Cover Story 8618088993689597231

Follow Us

Postingan Populer

Connect Us

DIPLOMASINEWS.NET
Alamat Redaksi : Perumahan Puri Jasmine No. 07, Jajag, Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur
E-mail : redaksi.diplomasi@gmail.com
item