Terkait Jalan Rusak dan Insiden Laka Warga, Kades Bondar Lubuk Panjang Luruskan Informasi


Diplomasinews.net -- Panyabungan, Batang Natal -- Kepala Desa Lubuk Bondar Panjang Kecamatan Batang Natal  Irwansyah Lubis akhirnya angkat suara dan memberikan klarifikasi atas viralnya pemberitaan kerusakan infrastruktur jalan yang mengakibatkan insiden kecelakan belasan warga dan berbagai tudingan miring yang berkembang di media sosial.

Irwansyah kepada pers,  menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengapresiasi  kontribusi rekan-rekan pers sebagai mitra strategis dan kontrol sosial pemerintah desa dalam pembangunan.

"Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas peran pers sebagai tonggak pilar ke empat demokrasi untuk mengawal proses pembangunan. Namun kami berharap pemberitaan dapat dilakukan secara objektif, dan proporsional untuk keberimbangan informasi yang sehat dan konstruktif. Kami aparat desa tidak pernah anti kritik dan anti kepada wartawan, karna media adalah mitra kami" terang Kepala Desa Lubuk Bondar Panjang Irwansyah kepada pers via sambungan komunikasi WatsApp (02/06)

Pihaknya mengaku perlu meluruskan berbagai asumsi keliru dan opini liar yang  berkembang serta tudingan kepada Kepala Desa dan aparaturnya yang diduga tutup mata atas kerusakan infrastuktur jalan di desa itu. " Pemdes tidak pernah menunda atau tutup mata atas rusaknya fasilitas umum seperti infrastruktur jalan. Perlu kami sampaikan, bahwa perbaikan jalan di desa kami ada ditampung setiap tahun lewat Musrenbangdes, tapi keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dan infrastruktur prioritas lainnya masih membutuhkan perhatian" tulis Irwansyah.

Dijelaskan, bahwa Anggaran Dana Desa memiliki aturan dan porsi yang ketat dari pemerintah pusat. Anggaran tahunan yang sangat terbatas masih harus dibagi untuk sektor lain seperti BLT, Ketahanan Pangan, stunting, Koperasi Merah Putih, pembangunan PAUD, penyediaan sarana listrik karna aliran PLN yang belum masuk pada tahun 2025.  "Kami mohon maaf dan agar publik bisa memahami, perbaikan jalan belum bisa tersentuh secara maksimal, bahkan kadang harus direvisi. Tidak semua kerusakan infrastruktur bisa langsung diperbaiki karna terbatasnya alokasi anggaran dan skala prioritas" ujarnya.

Irwansyah juga memastikan sudah ada rencana perbaikan ruas jalan Lubuk Bondar Panjang sepanjang 100 meter yang ditampung di APBDes Tahun 2026. Ia kemudian menekankan penggunaan anggaran desa harus melalui tahapan ketat dan proses yang cukup panjang melalui Musrenbangdes.

Pihak Pemdes, lanjut Irwansyah tidak akan pernah tinggal diam dan akan memperjuangkan realisasi perbaikan jalan tersebut. "Kami sebagai pemdes yang diberi amanah oleh masyarakat sangat merasakan kondisi psychologis warga  yang sulit dan penderitaan warga akibat jalan rusak ini" imbuhnya.

Kerusakan jalan menurut Irwansyah diakui sebagai tantangan besar karna konstruksi tanah yang labil, faktor alam, medan yang berat sehingga memerlukan fokus penganggaran yang lebih besar. Ditambahkan, sebagai bentuk respon cepat atas kerusakan jalan tersebut, pihaknya telah  melaksanakan musyawarah desa dan akan menjadwalan gotong royong  bersama warga yang akan dilaksanakan mulai esok (Rabu, 03/06). "Warga telah sepakat untuk bakti sosial gotong royong sejak besok" ungkapnya.

Untuk perbaikan jalan di Desa yang cukup parah, dia mengharapkan bantuan, kerjasama, sinergitas dan kolaborasi dari pihak terkait seperti Camat, Dinas PU, para anggota DPRD untuk bisa mengalokasikan anggaran lebih besar di APBD Kab Madina agar permasalahan jalan ini bisa tuntas.

Ketika dipertanyakan terkait insiden kecelakaan belasan warga rombongan pelayat yang berada mobil pick up diduga akibat jalan rusak, Irwansyah menyatakan duka mendalam atas musibah tersebut. "Tidak ada yang menginginkan musibah itu terjadi. Pemdes merasa prihatin dan bertanggungjawab secara moral atas insiden tersebut. Semoga keluarga kami semuanya diberikan kesabaran dan saudara kami yang mengalami korban luka dapat sembuh seperti sedia kala" ungkapnya lirih

Pihak Pemdes pada hari H kejadian, lanjut Irwansyah telah terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan membantu biaya perobatan korban di tempat praktek dokter di Kel Muara Soma. Selain itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Kades Hatupangan dan pihak kecamatan untuk mencari solusi terbaik atas kejadian tersebut.

Irwan juga mengakui pihaknya  akan segera mengadakan musyawarah keluarga untuk memperat silaturrahim yang baik dengan para keluarga korban yang jadwalnya akan ditentukan dalam waktu dekat pasca para korban pulang dari Rumah Sakit. "Kita akan segera duduk bersama dengan keluarga korban. Kita juga intens melakukan komunikasi dengan Kades Hatupangan. Musibah yang menimpa saudara kami adalah duka kita semuanya. Tidak ada yang bisa mengelak dari takdir yang maha Kuasa. Mereka adalah kaum kerabat kami yang harus dibantu dan diperhatikan" jelasnya.

Dia berharap agar masyarakat Madina bisa menunjukkan empati dan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut ketimbang sibuk mencari "kambing hitam" untuk dipersalahkan. "Mari kita gunakan hati nurani kita untuk tunjukkan ukhuwah dan membangun solidaritas membantu sesama. Bila tidak bisa membantu secara materil, tentu untaian doa sangat kami harapkan" tutupnya.

Contributor : Tim
Publisher : Oma Prilly

Related

Cover Story 7618264781640086194

Follow Us

Postingan Populer

Connect Us

DIPLOMASINEWS.NET
Alamat Redaksi : Perumahan Puri Jasmine No. 07, Jajag, Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur
E-mail : redaksi.diplomasi@gmail.com
item