Musim Kemarau, Damkarmat Bangorejo 'Jaga-jaga' Karhutla, Danpos Sugiono : Puntung Rokok Potensi Picu Kebakaran

PUNTUNG ROKOK : Seujung puntung rokok berpotensi picu kebakaran. [ courtesy : roy ]
Diplomasinews.net - Bangorejo -- Banyuwangi -- Pagi itu, Senin, 14 September 2026, media online ini meng - confirm pihak Pos Sektor Bangorejo Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan [ Damkarmat ] Kabupaten Banyuwangi atas ancaman kebakaran hutan dan lahan [ karhutla ] selama musim kemarau.
Catatan media online ini, bahwa wilayah kerja Pos Sektor Bangorejo mencakup Kecamatan Bangorejo, Purwoharjo, Tegaldlimo, Siliragung, dan Kecamatan Pesanggaran. Dari lima wilayah tersebut, kawasan timur sektor menjadi salah satu daerah yang paling diwaspadai.
Sementara itu, ketika ditemui media online ini, Komandan Pos Sektor Bangorejo, Sugiono menuturkan, wilayah Tegaldlimo dan sekitarnya memiliki potensi kebakaran lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
“Wilayah timur lebih sering terjadi. Tegaldlimo dan sekitarnya perlu diwaspadai karena banyak perkebunan tebu dan kondisi air mulai sulit,” ujarnya.
Ujarnya lagi, aktivitas manusia masih menjadi salah satu pemicu kebakaran. Pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat merembet ke lahan kering.
Dan, seringkali masyarakat membakar sampah tapi apinya ditinggal. Dalam kondisi di sekitarnya kering, api bisa merembet dan sulit dikendalikan.
Masih ujarnya, sepanjang September ini, tercatat dua kejadian yang berkaitan dengan pembakaran atau sampah. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah meluas.
Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu kebakaran. Bara kecil dapat menyulut material kering di sekitar lokasi.
“Puntung rokok juga jangan dibuang sembarangan. Kondisi sekarang kering sehingga api kecil pun bisa menjadi masalah,” tegas Sugiono.
Menghadapi kondisi tersebut, petugas melakukan pemantauan wilayah dan sosialisasi kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor dengan kepolisian, TNI, serta unsur terkait juga dilakukan untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sumber Air Jauh, Personel Terbatas
Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama petugas saat menangani kebakaran pada musim kemarau. Jarak antara lokasi kejadian dan sumber air dapat memperlambat proses pemadaman.
“Kalau musim kemarau, sumber air menjadi kendala. Kadang lokasi kebakaran dengan sumber air cukup jauh,” jelas Sugiono.
Persoalan lain adalah keterbatasan personel. Pos Sektor Damkarmat Bangorejo hanya diperkuat enam petugas untuk melayani lima kecamatan.
“Personel kami di sektor hanya enam orang. Kalau menghadapi kebakara
n yang luas, tentu tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kami juga membutuhkan bantuan masyarakat,” katanya.
Dukungan warga diperlukan terutama ketika kebakaran melanda lahan atau perkebunan dalam area luas. Kondisi kering dapat membuat api cepat merambat sebelum penanganan selesai.
Sugiono menyebut kebakaran perkebunan dalam skala luas sebagai skenario yang paling dikhawatirkan. Keterbatasan air dan personel dapat memperberat proses pemadaman.
“Yang paling kami khawatirkan kalau kebakaran sampai masuk perkebunan luas. Apalagi air sulit dan personel terbatas, penanganannya tentu lebih berat,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan dan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok di lahan kering atau kawasan yang mudah terbakar.
Layanan Damkarmat Bukan Sekadar Pemadaman
Selain memadamkan kebakaran, petugas Damkarmat menangani berbagai keadaan darurat yang membutuhkan penyelamatan dan evakuasi.
Sugiono mengatakan, petugas juga menerima laporan penyelamatan hewan dan manusia. Beberapa di antaranya mengevakuasi sapi yang terjatuh ke sumur serta membantu orang yang terjebur ke sumur.
“Tidak hanya kebakaran. Kami juga menangani penyelamatan, misalnya ada sapi masuk sumur, orang terjebur ke sumur, atau kasus seperti cincin yang tidak bisa dilepas,” katanya.
Damkarmat Kabupaten Banyuwangi menyediakan layanan darurat selama 24 jam untuk penanganan kebakaran serta keadaan darurat non-kebakaran yang membutuhkan penyelamatan dan evakuasi.
Courtesy : damkarmat/roy/yad
Editor : Roy Enhaer
Publisher : Oma Prilly