Pura Tirta Wening di Tegaldlimo Gelar Upacara 'Karya Agung Ngenteng Linggih' dan 'Entas-Entas Leluhur'
Diplomasinews.net -- Banyuwangi -- Umat Hindu di Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, menyelenggarakan rangkaian upacara keagamaan yang khidmat dan sarat nilai spiritual pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut mencakup Upacara Karya Agung Ngenteng Linggih, Pedudusan Agung Pura Tirta Wening, serta Upacara Entas-Entas Leluhur (Atma Wedana).
Rangkaian ritual sakral ini dipuput (dipimpin) langsung oleh lima Sulinggih dan Tokoh Agama ternama dari Bali dan lokal, yaitu: Ida Sri Bhagawan Sri Rastrajaya Dharma Putra. Ida Pandita Empu Trya Wira Darma Wijak Sara, Ida Pandita Empu Jaya Wira Wijaksara (Griya Paku Satya Vimala Sadhu Dhaksa Nata), Ida Gede Dukuh Sudikerta, Ida Sri Bhagawan Resi Budha Wisnawa
Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran jajaran aparatur pemerintah dan aparat keamanan setempat, antara lain Batituud Koramil 0825/09 Tegaldlimo Peltu Harun Rofiq, Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, S.H., perwakilan Camat Tegaldlimo Eko Iswanto, S.E., serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kedungwungu.
Ketua Panitia (Bapak Suyanto) "Atas nama seluruh panitia dan umat di Dusun Gempoldampit, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para Sulinggih, perwakilan pemerintah daerah, serta seluruh undangan. Upacara Karya Agung Ngenteng Linggih dan Entas-Entas ini merupakan wujud bakti kami kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan bentuk penghormatan luhur kepada para leluhur. Semoga kegiatan ini membawa kedamaian, kerukunan, dan keberkahan bagi wilayah Kedungwungu dan sekitarnya."
Penyelenggara Hindu Kemenag Kab. Banyuwangi (Bapak Oksan Wibowo, S.Ag.) "Kementerian Agama mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya ritual sakral ini secara rukun dan gotong royong. Upacara Ngenteng Linggih dan Atma Wedana ini bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan media penguatan kualitas spiritual umat serta pembentukan karakter berkebudayaan. Kami berharap momentum ini memperkokoh moderasi beragama dan tali silaturahmi antarumat beragama di Banyuwangi."
Perwakilan Pemerintah Kab. Banyuwangi (Kepala Dinas Perhubungan, Bapak I Komang Sudira Atmaja, S.Pt., M.Si.)
"Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan keagamaan serta pelestarian adat budaya seperti ini. Nilai-nilai gotong royong dan spiritualitas yang ditunjukkan warga Tegaldlimo hari ini adalah modal sosial yang sangat penting untuk kemajuan daerah. Kami berharap kerukunan dan harmoni yang sudah terjalin baik di sini dapat terus dijaga dan menjadi teladan bagi wilayah lain."
Wejangan Spiritual (Ida Sri Bhagawan Sri Rastrajaya Dharma Putra) "Pelaksanaan Karya Agung Ngenteng Linggih dan Entas-Entas Leluhur adalah momentum untuk menyucikan buana agung (alam semesta) dan buana alit (diri sendiri), sekaligus mengantarkan roh para leluhur menuju tempat yang terpuji (punduh/mencapai kasucian). Mari kita wujudkan Tri Hita Karana—hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam sekitarnya—sehingga kedamaian lahir dan batin senantiasa melingkupi kita semua."
Rangkaian acara yang diawali dari prosesi Nuasen Piuning, Nyukat Genah, Mecaru, Ngelinggihang Ida Batara, hingga Atma Wedana/Entas-entas tersebut berlangsung dengan aman, tertib, khidmat, dan penuh rasa kekeluargaan hingga usai.
Contributor : Bangun
Publisher : Oma Prilly
