Antara Runtuhnya Naposo Bulung dan Bangkitnya Narkoba
https://www.diplomasinews.net/2026/01/antara-runtuhnya-naposo-bulung-dan.html
Diplomasinews.net -- Mandailing Natal — Nilai luhur Naposo Bulung yang dahulu menjadi fondasi pembinaan generasi muda di kampung-kampung Mandailing kini kian memudar. Di saat yang sama, ancaman narkoba justru semakin nyata dan merajalela, menyasar anak-anak muda yang kehilangan pegangan nilai dan arah hidup.
Naposo Bulung bukan sekadar perkumpulan pemuda. Ia adalah ruang pendidikan sosial, tempat nilai adat, tanggung jawab, solidaritas, dan kontrol moral ditanamkan sejak dini. Melalui kegiatan adat, gotong royong, hingga keterlibatan dalam setiap hajat kampung, pemuda dibentuk menjadi generasi yang berkarakter dan berakar pada jati diri.
Namun, seiring derasnya arus modernisasi, perubahan pola hidup, serta melemahnya peran tokoh adat dan orang tua, keberadaan Naposo Bulung kian terpinggirkan. Banyak kampung yang kini hanya mengenal nama, tanpa lagi menghidupkan fungsi dan semangatnya.
“Kita kehilangan ruang pembinaan. Dulu anak muda itu dijaga adat, sekarang dibiarkan tumbuh sendiri tanpa arah,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Kondisi tersebut membuka celah bagi masuknya pengaruh negatif, termasuk narkoba. Peredaran barang haram itu disebut sudah menyentuh pelosok kampung, dengan sasaran utama para remaja dan pemuda. Minimnya aktivitas positif, lemahnya pengawasan sosial, serta krisis figur teladan membuat narkoba mudah berakar.
Ironisnya, narkoba tak hanya merusak individu, tetapi juga menggerogoti tatanan sosial kampung. Kasus pencurian, kekerasan, hingga konflik keluarga disebut meningkat, beriringan dengan maraknya penyalahgunaan narkotika.
Sejumlah pihak menilai, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Revitalisasi nilai-nilai lokal seperti Naposo Bulung dinilai penting sebagai benteng sosial dan kultural.
“Menghidupkan kembali Naposo Bulung berarti menghidupkan pengawasan sosial dan rasa malu. Itu senjata adat yang dulu ampuh,” kata tokoh adat lainnya.
Di tengah situasi ini, masyarakat berharap adanya sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat penegak hukum untuk mengembalikan peran pemuda sebagai penjaga nilai, bukan korban narkoba.
Sebab, di antara runtuhnya Naposo Bulung dan bangkitnya narkoba, masa depan generasi kampung sedang dipertaruhkan.
Contributor : Tim
Publisher : Oma Prilly
