Dana Desa Miliaran Dipertanyakan, Warga Hutabangun Jae Bukit Malintang Merasa Dirugikan
Diplomasinews.net -- Mandailing Natal -- Selasa, 06 Januari 2026— Pengelolaan Dana Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mengeluhkan tidak terlihatnya bentuk nyata dari berbagai program yang dibiayai Dana Desa, baik pada Tahun Anggaran 2024 maupun 2025.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada media dengan syarat identitas tidak dipublikasikan. Mereka menilai sejumlah bidang penting seperti pendidikan, kesehatan, serta pengadaan perlengkapan sosial masyarakat dan kegiatan keramaian desa tidak memberikan dampak langsung bagi warga Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang.
“Kalau di laporan anggaran dananya ada, tapi kami sebagai masyarakat tidak melihat wujud nyatanya. Pendidikan dan kesehatan misalnya, tidak jelas apa yang sudah dikerjakan,” ujar salah seorang warga.
Sorotan juga mengarah pada pengadaan lampu penerangan desa di Hutabangun Jae. Warga menyebut banyak lampu yang saat ini sudah rusak dan tidak lagi berfungsi, meski anggarannya terbilang besar.
“Lampu penerangan itu sekarang banyak yang mati. Kalau dananya besar, seharusnya kualitas dan perawatannya juga diperhatikan,” tambahnya.
Selain itu, warga turut menyoroti penyediaan insentif keagamaan yang diduga tidak diterima sesuai jumlah. Dugaan serupa juga muncul pada pembinaan PKK, kelompok pengajian, serta kegiatan pelatihan, penyuluhan, sosialisasi, dan bimtek lembaga desa di Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, yang dinilai minim hasil dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Nama kegiatannya ada, anggarannya ada, tapi pelaksanaannya tidak dirasakan. Bahkan ada yang menduga nilainya dikurangi,” ungkap sumber masyarakat.
Pada sektor ketahanan pangan, pengadaan perlengkapan pertanian juga dipertanyakan. Masyarakat menduga adanya praktik mark up karena peralatan yang diterima dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran Dana Desa.
Menanggapi kondisi tersebut, Muhammad Saleh, Bendahara Satma AMPI, menyatakan keprihatinannya atas dugaan penyimpangan Dana Desa di Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang.
“Dari laporan masyarakat yang kami terima, dugaan penyelewengan Dana Desa Hutabangun Jae tidak hanya terjadi pada tahun 2024, tetapi juga berlanjut ke 2025. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.
Menurutnya, Dana Desa merupakan uang negara yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.
“Kalau masyarakat tidak merasakan hasilnya, berarti ada yang tidak beres dalam pengelolaannya. Kami meminta aparat pengawas, mulai dari kecamatan, inspektorat, hingga aparat penegak hukum, untuk mengusut tuntas Dana Desa Hutabangun Jae di Kecamatan Bukit Malintang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, belum memberikan keterangan resmi. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna menjaga keberimbangan informasi sesuai prinsip jurnalistik.
Contributor : Magrifatulloh
Publisher : Oma Prilly
