'Ompreng' Gratis Diiris, Nasi Bergizi Dikorupsi

Oma Prilly

Lha wong
sarapan paginya bocah-bocah sekolah se antero Nusantara kok tega-teganya dikorup oleh para 'orang-orang besar' di atas sana. Dan, barangkali yang kemarin diborgol oleh kejaksaan itu sekadar para oknum teri dan lemuru saja. Tapi para ikan hiu dan pausnya masih sengaja disembunyikan di sela-sela batu karang di dasar lautan.

Bagi saya, aksi korup di dalam kedalaman program nasional Makan Bergizi Gratis alias MBG itu benar-benar merupakan peristiwa bencana kemanusiaan dan kiamat peradaban paling dahsyat abad ini.

Betapa tidak, progam sarapan bergizi gratis yang diinisiasi dan dikonsep dengan penuh kemuliaan itu dijadikan lahan basah aksi korup, pengemplangan, mark up, ngentit, ngutil, nggarong, merampok serta aksi jumpritan bahkan berjamaah menilep duit ratusan trilyunan rupiah yang bersumber dari rakyat itu.

Saya hanya melihat dari jauh atas aksi korup gila-gilaan yang dilakonkan oleh orang dalam [ ordal ] nya sendiri. Saya juga tidak sedang ngoceh soal teknis, soal hukum dan soal seberapa banyak duit yang mereka untal dan jeglag atas sepiring nasi bergizi bocah-bocah tak berdosa se -Indonesia itu. Tetapi soal betapa rusaknya otak logika mereka, betapa kotor dan buthek-nya hati nurani mereka serta betapa rendahnya kemanusian para manusia yang kini tengah diborgol dan berseragam oranye itu. 

Bukankah mereka yang kini menggarong nasi ompreng program MBG yang kini lagi melungker di balik jeruji besi itu juga yang menyerobot sarapan pagi anak-anak mereka? Sadarkah bahwa ompreng - nya anak-anak sekolah itu juga hak anak-anak mereka? 

Senggragas dan seserakah itukah para manusia yang diamanati menjaga sarapan pagi bocah-bocah cikal bakal di negeri ini justru malah diuntal sendiri? 

Akhirnya, saya tidak pernah nggumun, tidak pernah heran atas peristiwa mega korupsi di MBG yang di dalamnya seliweran duit ratusan trilyun yang menggoda untuk diembat oleh tikus-tikus elit di dalamnya.

Pertanyaan besarnya, kenapa setega, sebuta, sebinatang dan  se nggragas itu, para pelaku korup itu beraksi kleptomania alias mencuri duit atas program unggulan dan mulia yang digelar di negeri ini?

Sudah sarapankah kau pagi ini bocah-bocah? Kalianlah para bocah cikal bakal yang diasakan sebagai estafeta pembawa perubahan dan keberlangsungan negeri ini ke depan.

Oma Prilly
Jakarta, Selasa, 09 Juni 2026

Related

Cover Story 1954280792259820848

Follow Us

Postingan Populer

Connect Us

DIPLOMASINEWS.NET
Alamat Redaksi : Perumahan Puri Jasmine No. 07, Jajag, Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur
E-mail : redaksi.diplomasi@gmail.com
item